Minggu, 20 April 2008

Lairs is suck ?





Jangan main Lair. Kecuali kmu seseorang yg suka game tantangan dengan control paling susah yang pernah ada. Sangat disayangkan karena clip-clip cinematicnya amat menganggkan dan bagus, Namun di permainanya adalah mimpi buruk. Padahal game ini idenya sangat bagus: Kmu terbang kesana-kesini diatas punggung naga, memuntahkan api dan mengayukan kuku ke monster-monster reptile yang lain. Namun amat disayangkan kmu "diharuskan" untuk menggunakan 6 tombol kontrol yang bervariatif yang juga akan menghancurkan kesenangan dalam bermain dan kadang-kadang kita ingin berteriak karean susahnya pengunaan kontrol dalam permainan


(gile gambarnya maknyus)

Jelas sekali semua usaha pengembangan ditujukan ke produksi dari Lair's itu sendiri, ketimbang gameplay yang menyenangkan. Kadang saya terkesima dengan linkungan yang epic dan detail texture yang tingi. Semua di tata artistic dari Bukit terjal, gurun pasir yang gersang, pegunungan terjal, etc: Semua elemen tadi di render sangat cantik. Ketika kamu melempar senjata di kejauhan area pertarungan, kedalaman laut, dan detailnya model naga, kamu akan mendapatkan pemandangan yang memuaskan dari tampilan high-definition di tv kamu. Soundtrack dari gamenya juga bagus, ketika ada event percakapan, sound effect dibelakangya terdengar sangat jelas.






(beberapa image dari game lair)



Sayangnya tampilan visual yang bagus dan suara yang jernih tidak terlalu berari apa-apa di game Lair's. Seharusnya game ini cocoknya film bukan game, hehehe, celoteh salah seoarang gamers review. Dari game ini juga bisa diambil contoh bahwa di game Lair's ini kurang memperhatikan gameplay, namun lebih mementingkan tampilan dan suara yang tinggi. Nampaknya para pembuat game memaksakan dirinya untuk membuat game yang bagus tanpa memperhatikan aspek kecil seperti, friendly control dan gameplaynya.


Tapi jika anda penasaran coba saja game ini, trus bikin comment di blog ini ya